Keteladanan RASULULLAH SAW



Marilah kita senantiasa meningkatkan taqwa kepada Allah SWT, Tuhan seru sekalian alam yang tiada terdapat Tuhan yang wajib disembah serta diibadahi melainkan hanya Dia semata-mata! Tuhan yang wajib menjadi sesembahan serta tempat bergantung sekalian makhluk-makhluk ciptaan-Nya.
Bertaqwalah kita semua, dengan taqwa yang sebenar-benarnya, yaitu dengan jalan mematuhi dan mentaati segala apa saja yang telah ia perintahkan serta menjauhi segala larangan-Nya.
Dengan taqwa pula dari kita yang akan menumbuhkan kesadaran yang hakiki dari kita terhadap kebenaran ajaran yang telah disampaikan oleh Rasulullah Muhammad SAW.
Semoga shalawat serta salam tercurah kepada beliau SAW, kepada keluarga dan handai taulan, kepada para sahabat beliau dan juga kepada kita semua yang tetap teguh memegang ajaran beliau hingga akhir zaman nanti.

            Khotbah jumat kali ini akan membahas perihal seorang manusia yang telah dipilih allah SWT  selaku utusan-nya untuk menerangi kegelapan hati manusia dengan ajaran-ajarannya yang luhur.rmanusia utama itu tak lain dan tak bukan adaah rasulullah Muhammad SAW adanya.

            Sebagai utusan allah SWT,nabi Muhammad SAW adalah sosok pribadi yang sangat terpercaya.amat sangat terpercaya,baik dalam tutur kata maupun dalam sikap serta tindakannya.beliau SAW adalah sosok panutan umat manusia yang tidak ada seorangpun didunia ini hangga kelak di akhir zaman yang dapat menyamainya.tidak hanya umat islam yang mengakui keluhurannya budi pekerti nabi SAW namun umat lainpun secara sadar mengacungkan ibu jarinya atas kesalutannya perihal pribadi rasul. Tercatat ilmuan Michael H. Hart dalam bukunya 100 tokoh yang berpengaruh didunia, menempatkan diri rasulullah SAW diperingkat teratas alias nomor satu.

            Mengapa ilmuan barat tersebut menempatkan diri rasulullah SAW selaku orang yang paling berpengaruh didunia ini? Tak lain dan tak bukan hal itu karena keluhuran budi serta prilaku Baginda nabi. Dan tidak mengheran hal itu, karena yang memillih seorang manusia menjadi utusannya adalah Allah SWT sendiri yang mengetahui prilaku sikap dan tindakan dari seluruh makhluk-makhluk ciptaannya, amat mustahil jika pilihan Allah SWT hanyalah manusia biasa seperti kita-kita ini. Pilihan Allah SWT tentulah manusia yang luar biasa mengingat tugas yang beliau emban yang juga amat sangat berat, yaitu menyampaikan kebenaran Al Islam kepada seluruh alam semesta.

            Keluhuran budi pekerti rasulullah SAW amat sangat istimewa baiknya. Hal ini terjadi karena beliau adalah seorang yang telah terpelihara dari segala dan semua bentuk perangai yang buruk, keji, zalim atau jahat. Dan Beliau SAW adalah orang yang telah terjamin kebahagian hidupnya dihari akhir, oleh karenanya sungguh sangat rugi lagi celaka bagi diri kita yang memandang beliau sebagai tokoh panutan untuk kita turut dan ikuti atau bahkan memilih orang lain untuk kita ikuti selaku tokoh panutan!

            Akhlak rasulullah SAW berjalan diatas semua keistimewaan sikap kebaikan yang ada didunia ini. Beliau SAW sangat terkenal pemurah dan dermawan, tidak pernah sekalipun bersifat kikir dengan apa dan siapa saja. Beliau SAW amat sangat pemberani, tidak pernah sekalipun mundur diatas jalan kebenaran, baik dalam disaat bertempur dalam membela agama Allah SWT atau dalam masalah-masalah lain. Beliau SAW terkenal adil dan bijaksana dalam memutuskan suatu perkara. Tak pernah beliau berlaku zalim dalam memutuskan hukum. Dan beliau SAW amat sangat terkenal kejujurannya serta terpercaya dalam sepanjang hidupnya.

            Sungguh, beliau SAW adalah sebaik-baiknya manusia yang tidak ada bandingan maupun tandingan oleh siapapun sampai kapanpun juga!

            Allah SWT sendiri telah berfirman berkenaan dengan sifat-sifat Rasulullah SAW yang penuh teladan kebaikan tersebut:
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Al-qur’an Al-Ahzab :

           
            Ayat tersebut diatas merupakan penegasan, bahwa pada diri Rasulullah SAW merupakan contoh yang harus kita ikuti, sebab dengan mengikuti serta mencontoh jejak dan prilaku beliau, maka kita akan memperoleh keridoan Allah dan Allah menjamin kebahagiaan hidup kita dihari kemudian.

            Mengapa Allah SWT menjelaskan kepada kita perihal keteladanan pada diri baginda Rasulallah SAW ? berikut ini kita kaji sedikit keteladanan dari Rasulullah SAW yang dapat kita petik untuk kita teladani.
            Zabir bin abdullh berkata: Rasulullah SAW tidak pernah menjawab tidak, jika beliau ditanya.”
            Nabi SAW adalah pribadi mulia yang suka mempererat antara sahabat-sahabatnya.beliau menghormati orang yang mulia dari tiap golongan dan mengangkatnya sebagai pemimpin golongannya.
            Nabi SAW suka memperingatkan manusia agar mereka berhati-hati tanpa pernah memperhatikan bakat dan semangat dari orang yang beliau peringatkan.
            Siapa sja yang duduk bersama Rasulullah SAW atau mendekati beliau karena ada sesuatu keperluan, maka rasulullah SAW akan melayani dengan penuh kesabaran, sehingga orang itu akan merasa bahagia setelah ia berpisah dari Rasulullah SAW.
            Siapa saja yang memohon kepada Rasulullah SAW, maka beliau akan mengabulkannya atau jika belau menolaknya dengan ucapan yang menyenangkan, sehingga siapapun juga yang ditolak itu merasa lega dengan budi baik dan akhlak Nabi SAW yang menjadi seperti bapak mereka mempunyai hak yang sama dimata Rasulullah SAW.


           Jika masing-masing dari kita selaku warga masyarakat  dalam suatu tatanan kecil atau warga bangsa dalam cakupan yang lebih luas telah memperaktekkan apa yang telah diteladankan Rasulullah SAW maka kebesaran atau kejayaan bangsa akan dapat diraih, melihat keluhuran atau kebesaran suatu bangsa dinilai dari keluhuran budi pekerti seluruh anak bangsa selaku komponen utama bangsa itu.

            Islam merupakan suatu tuntunan bagi penganutnya dimana memerlukan perjuangan dan pengabdian dari para pemeluknya. Berjuang keras dan mengabdi demi meraih suatu kondisi kehormatan yang menjadi cita-cita kita semua, untuk meraih kebahagian didunia dan diakhirat serta dijauhkannya kita dari azab atau siksa api neraka, Insya Allah akan dapat kita raih. Oleh karena itu, beruntunglah kita semua selaku penganut agama islam akan dapat meraih cita-cita kita semua tersebut lewat keteladanan rasulullah SAW.

            Allah SWT selaku Sang Maha Pencipta telah menciptakan Nabi Muhammad SAW selaku sosok pribadi manusia yang sempurna dengan akhlak dan budi pekerti yang sungguh amat luhur lagi istimewa yang tiada terdapat bandingannya dengan manusia-manusia lain didunia ini. Pujian Allah SWT terhadap utusan-Nya ini dapat kita temukan dalam kitabullah Al-Qur’anul Karim surat Al Qalam ayat 4 :
Dan Sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung. (Q.S. Al-Qalam : 4)

            Dengan demikian, jelaslah bagi kita bahwa pribadi Rasulullah SAW merupakan cermin keteladanan yang hendaknya kita gunakan untuk memperbaiki akhlak yang kurang baik dari diri kita. Oleh karenanya, marilah kita tanamkan ajaran-ajaran akhlak Islam kepada anak cucu kita agar mereka kelak menjadi manusia-manusia yang berakhlak luhur. Manusia-manusia yang berbudi pekerti tinggi yang merupakan harapan masa depan bagi kita sebagai pengganti diri kita semua yang akan melanjutkan cita-cita islam menuju keridaan Illahi Robbi.
            Sebagai kesimpulan,Risalah yang dibawakan Rasulullah SAW adalah untuk mewujudkan keadilan,kebenaran yang melendaskan hokum Allah SWT menuju perdamaian dan kebahagiaan diidunia dan akhirat.jug membawa amanat kemanusiaan yang mengatur pribadi seseorang,masyarakat dan bahkan Negara dengan  mengutamakan pembinaan akhlak yang mulia.

            Marilah kita ikuti perintahnya,kita tinggalkan larangannya,tegasnya kita  laksanakan setiap ajarannya dengan baik Karena mengharap rido Allah SWT semata –mata.semoga dengan mengikuti perilaku nabi Muhammad SAW,akan membuat iman serta taqwa kita kita kepada Allah SWT semakin meningkat dan bertambaah.Amin ya Allah ya Robbal’Alammin.














   




Komentar