Lirik lagu Maidany Teman Sehati Selamat datang duhai kawanku, selamat datang di kampung yang baru Hari ini kita bertemu dalam ukhuwah yang berpadu Setelah lama kita bersama di dalam perjuangan ini Semoga kasih bersemi kembali dalam naungan cinta Ilahi Mari kita kokohkan kembali barisan para mujahid yang sejati Karena Allah kita bertemu, relakanlah bila nanti kita akan berpisah Semoga hati kita ‘kan bertemu kembali Karena akhir masa hanyalah dua, satu di antaranya tempat kita Kelak ke surga dambaan kita atau ke neraka tempat s’gala siksa Karena Allah kita bertemu, karena Allah kita berpisah Karena Allah-lah hati kita berpadu menjadi satu Engkaulah teman sehatiku Lirik lagu Maidany Jangan Jatuh Cinta ( Kawan Suatu ketika mungkin kita pernah jatuh hati, memedam rasa atau suka pada seseorang yang kita kagumin namun banyak sekali yang salah mengekspresikan cinta hingga ia terpedaya dengan cinta nya Sahabatku marilah kita alihkan energi cinta kita bukan untuk melihat bukan hanya ut...
Postingan populer dari blog ini
Kisah Para Perempuan Pezina
๐Kisah tentang para perempuan pezina yang dilarang dinikahi kaum mukminin ๐ ุงูุฒَّุงِูู ูุง َِْูููุญُ ุฅูุง ุฒَุงَِููุฉً ุฃَْู ู
ُุดْุฑَِูุฉً َูุงูุฒَّุงَِููุฉُ ูุง َِْูููุญَُูุง ุฅِูุง ุฒَุงٍู ุฃَْู ู
ُุดْุฑٌِู َูุญُุฑِّู
َ ุฐََِูู ุนََูู ุงْูู
ُุคْู
َِِููู "Pezina laki-laki tidak boleh menikah kecuali dengan pezina perempuan, atau dengan perempuan musyrik; dan pezina perempuan tidak boleh menikah kecuali dengan pezina laki-laki atau dengan laki-laki musyrik; dan yang demikian itu diharamkan bagi orang-orang mukmin." (QS An Nuur:3) ๐ Ketika kaum muslimin berbondong-bondong hijrah ke Madinah, kebanyakan mereka masih sangat faqir. Dan saat itu di Madinah ada sekelompok pelacur diantaranya Ummu Mahdun; budak milik As Saaib bin Abi Saaib Al-Makhzumy, Ummu Ghalidz; budak milik Sofwan bin Umayyah, Hayyah Al Qibtiyah; budak milik Al Ash bin Waail, Mariyyah; budak milik Ibnu Malik bin Amtsalah bin As Sabaq, Jalalah; budak milik Suhail bin Amr, Ummu Suwaid; budak milik Amr bin Utsman Al-Makhzumy, Syarifah; budak...
Bulan Sya’ban adalah bulan yang disukai untuk memperbanyak puasa sunah. Dalam bulan ini, Rasulullah SAW memperbanyak puasa sunah. Bahkan beliau hampir berpuasa satu bulan penuh, kecuali satu atau dua hari di akhir bulan saja agar tidak mendahului Ramadhan dengan satu atau dua hari puasa sunah. Berikut ini dalil-dalil syar’i yang menjelaskan hal itu: ุนَْู ุนَุงุฆِุดَุฉَ ุฃُู
ِّ ุงْูู
ُุคْู
َِِููู ุฑَุถَِู ุงَُّููู ุนََْููุง ุฃَََّููุง َูุงَูุชْ: َูู
َุง ุฑَุฃَْูุชُ ุฑَุณَُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู
َ ุงุณْุชَْูู
ََู ุตَِูุงู
َ ุดَْูุฑٍ َูุทُّ ุฅَِّูุง ุฑَู
َุถَุงَู َูู
َุง ุฑَุฃَْูุชُُู ِูู ุดَْูุฑٍ ุฃَْูุซَุฑَ ู
ُِْูู ุตَِูุงู
ًุง ِูู ุดَุนْุจَุงَู Dari Aisyah R.A berkata: “Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW melakukan puasa satu bulan penuh kecuali puasa bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa sunah melebihi (puasa sunah) di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156) Dalam riwayat lain Aisyah berkata: َูุงَู ุฃَุญَุจُّ ุงูุดُُّููุฑِ ุฅَِูู ุฑَุณُِูู ุงِููู ุตََّูู ุงู...

Komentar
Posting Komentar